DIBALIK LAYAR PEMBELAJARAN DARING DI TENGAH PANDEMI VIRUS CORONA
DIBALIK LAYAR PEMBELAJARAN DARING DI TENGAH PANDEMI VIRUS
CORONA
Jadikan keterpurukan ini sebagai pelajaran. Jangan Anggap
Takut. Semua adalah tantangan yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha esa~Desita
Indonesia
memang sedang terpuruk sekarang ini, bayangkan jika Indonesia tiap tahun selalu
dirundung masalah baik secara internal maupun eksternal. Untuk mencapai
kesuksesan memang tidak berjalan mulus pasti banyak akan rintangan. Pada
pemerintahan Presiden sekarang Ir. Joko Widodo, Indonesia akan dirancang
sebagai negara maju. Tetapi ini masih menjadi harapan. Bayangkan luas Indonesia
yang membentang, seharusnya jika dilihat dari luas wilayah Indonesia tentu
sumber daya alamnya melimpah maka tidak ada kata terpuruk bagi Indonesia. Tapi,
apa daya jika pola pikir sumber daya manusia Indonesia belum memadai.
Mereka
berpikir lebih enak memanfaatkan daripada melestarikan. Menguras sampai habis
hingga merusak habitat makhluk ciptaan Tuhan yang tak berdosa. Lalu
ditambah dengan ulah manusia yang membuang sampah,
pencemaran udara, penebangan hutan, dan masih banyak lagi. Sungguh ironis
bukan, Apakah ini sebagai balasan dari Tuhan agar bisa mencintai alam dengan
tulus. Mengingat sekarang akan bahaya virus corona yang bukan main-main. Biarkan
alam bernapas dengan lega dan sejenak merasa lega.Seharusnya dengan berbagai
kekayaan Indonesia miliki, masyarakat harus lebih berkontribusi dalam menjaga
aset kekayaan alam Indonesia.
KOMPAS.com-
Kasus corona di dunia mendekati angka 2 juta kasus. Dikutip dari Worldomeeters,
virus yang pertama kali disebut menyebar di Wuhan tersebut telah menginfeksi
1.997.906 orang hingga Rabu (15/4/2020) pagi. Pandemi Covid-19 memang sudah
menjalar ke berbagai negara termasuk Indonesia. Berdasarkan sumber dari WHO,
Coronavirus Disease atau Covid-19 berasal dari hewan dan pertama kalinya
menyebar ke manusia yang terjadi di Kota Wuhan, China. Tepat. Semakin hari,
virus ini terus menyebar hingga berbagai negara. Berbagai alasan di balik virus
Corona pun banyak mencuat akan adanya perselisihan beberapa negara. Entah itu
benar atau tidak, yang terpenting adalah menghindari bahaya Covid-19 yang sudah
terlihat buktinya.
Indonesia
punya tantangan besar dalam penanganan Covid-19. Semua aspek menjadi tantangan
dalam menghadapi pandemi Covid-19 terutama aspek kesehatan, medis, dan
lain-lain. Dari semua aspek yang menjadi tantangan saat ini,di sini saya
konsentrasi pada aspek pendidikan, yang esensial untuk didiskusikan. Aspek
pendidikan menjadi konsentrasi dalam kapasitas sebagai peneliti, praktisi
hingga perumus kebijakan.
Pandemi
Covid-19 memaksa masyarakat dunia mendefinisikan makna hidup, tujuan
pembelajaran dan hakikat kemanusiaan. Jika selama ini manusia-manusia dipaksa
hidup dalam situasi serba cepat, pekerjaan tanpa henti, dan kejaran target
pertumbuhan ekonomi dalam sistem kompetisi. Namun, persebaran virus Corona
(Covid-19) yang menjadi krisis besar, memaksa kita untuk sejenak bernafas,
berhenti dari pusaran sistem, serta mellihat kembali kehidupan, keluarga, dan
lingkungan sosial dalam arti yang sebenarnya. Manusia dipaksa “berhenti” dari
rutinitasnya, untuk memaknai apa yang sebenarnya dicari dari kehidupan.
Pandemi
Covid-19 memaksa kebijakan sosial distancing atau di Indonesia lebih dikenalkan
sebagai physical distancing (menjaga
jarak fisik) untuk meminimalisir persebaran Covid-19. Jadi, kebijakan ini
diupayakan untuk memperlambat laju persebaran virus Corona di tengah
masyarakat. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) merespon dengan
kebijakan belajar dari rumah, melalui pembelajaran daring dan disusul peniadaan
Ujian Nasional untuk tahun ini. (Kemdikbud/2020). Bagi kalangan siswa dan
mahasiswa, sudah melakukan pembelajaran online mengingat akan pandemi yang sedang
terjadi
Berbicara
tentang pembelajaran online,bagi kalangan pelajar mungkin ini sudah terjadi
pada saat jam masuk sekolah. Untuk sekarang ini, rasanya pembelajaran online
akan terus dilakukan. Mungkin banyak yang setuju dengan pembelajaran online
karena bisa dengan santai dilakukan di rumah. Semua instansi pendidikan telah
menerapkan pembelajaran daring agar meminimalisir bahaya Covid-19 dan
pembelajaran di sekolah juga tetap berjalan.
Di
Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa, sudah menerapkan pembelajaran
via daring. Dimana seluruh mahasiswa
akan belajar lewat internet atau web yang disediakan dari Universitas sendiri.
Semua dosen menerapkan pembelajaran via daring baik lewat aplikasi Zoom atau
web dari instansi. Bagi saya sendiri ini sudah menjadi kewajiban disaat pandemi
Covid-19 untuk melaksanakan pembelajaran. Para Dosen dan mahasiswa bisa
bertatap muka untuk membahas materi yang diajarkan. Tidak hanya memberi materi
dan tugas, dosen juga menjelaskan materi. Sejauh ini, perkuliahan secara online
membuat saya menjadi semangat karena saya bisa beradaptasi dengan kegiatan
rumah dan membagi waktu antara kegiatan rumah dan kuliah.
Pembelajaran
via daring yang dilakukan oleh Dosen beserta mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Semester II
Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa
Tidak
lepas dari tugas, saya dan teman-teman lainnya juga merasakan bahwa tugaspun
semakin banyak, tetapi kita lebih leluasa untuk mengerjakannya di rumah. Lalu
para Dosen yang tidak mengadakan video
conference ,biasanya para dosen memberikan tugas ataupun materi dengan
aplikasi Google Classroom. Lalu jika ada yang kurang dimengerti, bisa bertanya
pada kolom di aplikasi Google Classroom. Saya merasa sangat beruntung sekarang
teknologi sudah semakin maju. Teknologi adalah antisipasi untuk sekarang ini.
Teknologi sudah tidak lepas dari esensial kehidupan manusia sekarang. Berbagai
aspekpun mencakup hal yang berkaitan dengan teknologi dan informasi.
Saya
sebagai mahasiswa pun merasa bahwa pembelajaran online sangat berguna agar
tidak ketinggalan materi. Menurut saya, sama seperti homeschooling tetapi
bedanya kita bertatap muka lewat paltform.
Pembelajaran
Daring sangat bermanfaat sekali karena dengan demikian para mahasiswa diacu
untuk tidak gaptek dalam menghadapi era revolusi digital 4.0. Berbicara
teknologi , Pembelajaran via daring adalah implementasi Pendidikan Jarak Jauh
pada Pendidikan Tinggi yang bertujuan
untuk meningkatkan pemerataan akses terhadap pembelajaran yang bermutu yang
diluncurkan tanggal 15 Oktober 2014 oleh Wakil Presieden Boediono (SEVIMA.COM).
Pembelajaran via daring adalah pembelajaran yang dilakukan tanpa melakukan
tatap muka melalui platform yang telah tersedia dengan basis teknologi. Pembelajaran via daring ini sudah disetujui
oleh Kemendikbud sehingga harus diterapkan dalam seluruh instansi pendidikan di
seluruh Indonesia. Seperti yang dikatakan oleh Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan, Nadiem Makarin.
Jakarta,
Kemendikbud, menindaklanjuti arahan Presiden, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
(Mendikbud) Nadiem Makarim mengarahkan seluruh pimpinan perguruan tinggi daerah
terdampak wabah Covid-19 untuk menetapkan penghentian sementara kegiatan
akademik seperti perkuliahan secara tatap muka.
“Kami mendukung penuh
keputusan para Pemimpin perguruan tinggi di wilayah yang positif terdampak
Covid-19 untuk mendorong kegiatan perkuliahan dengan pembelajaran daring (dalam
jaringan) dari rumah guna menghindari penyebaran virus”, disampaikan Mendikbud
di Jakarta, Minggu (15/3)
Disisi
lain pembelajaran via daring memang tidak berjalan mulus, karena beberapa
daerah masih terkendala dengan listrik. Selain itu diambil dari sudut
mahasiswa, pembelajaran via daring merupakan salah satu metode baru dan belum
lumrah digunakan di perguruan tinggi. Dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti
kendala sinyal yang belum merata membuat kurang fokus dalam pembelajaran ,kendala
kuota dimana mahasiswa harus mengisi kuota disaat keterpurukan ekonomi.
Terlepas
dari pandemi Virus Corona, semua orang dituntut untuk mandiri dalam menjalankan
semua amanah dalam kehidupan, terlebih dalam kondisi darurat. “Niat dan
motivasi tinggi untuk berjuang adalah kunci utama, anggaplah kondisi ini
sebagai cara untuk sama-sama belajar menghadapi masalah dengan tenang dan tidak
panik”,
Disaat
seperti ini memang yang kira harapkan adalah pulih seperti semula. Kita bisa
memetik pelajaran dari apa yang sedang terjadi saat ini untuk lebih mengerti
dan memahami arti kehidupan. Memang ini adalah tantangan yang berat bagi
seluruh lapisan masyarakat Indonesia, kita harus senantiasa berdoa dan memuja
Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa agar selalu diberikan
keselamatan dan kemulian.
“Lokah
Samastha Sukhino Bhavantu”
Semoga alam semesta beserta isinya senantiasa berhagia.
“Om
Santih Santih Santih Om”
Sumber
Referensi
1.
https://amp.kompas.com/tren/read/2020/04/15/102900765/hampir-2-juta-kasus-kapan-pandemi-virus-corona-akan-berakhir-
(Diakses : 12 April 2020)
2. https://www.lompasiana.com/arditasyalwa/5e7ba8d6097f36116506b8a2/pembelajaran-daring-efektif
(Diakses: 12 April 2020)
3.
https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2020/03/kemendikbud-dorong-pembelajaran-daring-bagi-kampus-di-wilayah-terdampak-covid19
(Diakses: 12 April 2020)

Komentar
Posting Komentar